Saturday, July 12, 2008

cermin

B A H A G I A

Syahdan, Tuhan meminta dua malaikatnya membawa kebahagiaan untuk manusia. Tuhan hanya berpesan “Jangan letakkan ia ditempat yang terlalu sulit, hingga nanti manusia tidak akan menemukannya. Jangan pula terlalu gampang, karena manusia nanti akan menyia-nyiakannya. Tapi yang jelas letakkan ia di tempat yang bersih.”

Maka kedua malaikat itu pun turun ke bumi dan berdialog.yang satu ingin meletakannya di dasar samudera.yang satu ingin meletakkannya dipuncak gunung.singkat cerita,kedua malaikat itu menemukan tempat yang dimaksud.sebuah tempat yang bersih,tidak jauh,tapi juga tidak mudah manusia menadapatkannya,dimanakah kebahagiaan itu?

Letak bahagia itu.. dekat,tapi sekaligus jauh..kedua malaikat itu meletakkan bahagia pada hati yang bersih ya..pada hati yang bersih.hati.. selalu ada pada diri kita 24 jam sehari.tapi hati yang bersih,begitu susah dan begitu berat mencapainya.

Bahagia atau kebahagiaan hanya efek semata, artinya bukan kebahagiaan tujuan yang hendak kita capai,seharusnya.karena bahagia,sekali lagi,hanya dampak,hanya akibat,hanya rentetan dari begitu banyak pekerjaan yangharus dilakukan manusia.

Berhati bersih adalah tujuan.berfikir terbuka adalah tujuan,bersabar dalam perjuangan adalah tujuan,memiliki ilmu yang bermanfaat adalah tujuan.jika manusia mencari kebahagiaan,saya khawatir,manusia akan kelelahan.sebab bahagia tidak bisa diukur dengan angka,bahagia tidak bisa ditimbang dengan materi atau dijajar seperti pangkat dan gelar.Jika disana manusia mencari bahagia,ia akan seperti meminum air lautan.semakin banyak air laut yang ia minum semakin haus pula dirasa.sebab akal selalu membisikkan mantera,agar manusia mencari lebih banyak dan lebih banyak lagi,sampai tanah menyumpal mulutnya.

Tapi bayangkan jika manusia berhati bersih dan bersabar dalam perjuangannya,menebar manfaat dengan ilmunya, selalu terbuka pada sesuatu yang baik dan terang. Bahagia tak perlu diundang. Bahkan lebih jauh dari itu, kebahagiaan menjadi sangat kecil, sebab setelah kita melakukan semua itu, dan Allah ridha, bahagia menjadi keseharian hidup kita.

Berhati bersih dan selalu berprasangka baik, pada manusia lain dan juga sang Pencipta manuasia. Bersabar dalam perjuangan menegakkan kalimat dan agamaNya di atas dunia. Memberikan manfaat kepada manusia lain dengan ilmuNya, dan juga bermuhasabah apakah perjuangan hari ini lebih baik dari perjuangan di masa lalu, itu tujuan hidup manusia. Dan jika dengan itu semua lalu Allah ridha dan tersenyum untuk kita, seperti yang dijelaskan dalam hadits Qudsi, jangankan bahagia, surga pun terasa hambar disbanding senyumNya, Karen aAllah telah ridha pada kita.
Semoga kita bisa mempunyai hati yang bersih dan menemukan kebahagiaan dalam hati kita yang bening ….amiin….amiin..amiiiinnn..

1 comment:

Teta said...

kebahagiaan memang susah didapat,tapi kebahagiaan akan mudah dicari apabila hati kita bersih... kata-kata ini membuat bulu roma merinding...semoga kita termasuk golongan orang yang mendapat kebahagiaan itu....