KEPADA PUTRIKU….
Wahai putriku…
Pintu kebaikan ada dihadapanmu.Kunci pintu itu ada ditanganmu. Jika engkau meyakininya dan engkau berusaha memasuki pintu itu, maka keadaan akan berubah dan menjadi baik.
Engkau benar putriku, bahwa kaum prialah yang pertama melangkah, menempuh jalan dosa, bukan wanita. Tapi ingat bahwa tanpa kerelaanmu dan tanpa kelunakan sikapmu, mereka tidak akan bersikeras untuk melangkah maju.
Engkaupun membukakan pintu kepadanya untuk masuk. Engkau berkata kepada pencuri :”silahkan masuk…!” dan setelah engkau kecurian barulah sadar dan baru engkau berteriak “ tolong…tolong…aku kecurian…!”
Andai ketika dia merayu, engkau tolak dengan sikap yang tegas, engkau alihkan pandanganmu dari pandangannya. Seandainya sikapmu itu tidak juga menghentikan upayanya dan malah dia bersikap lebih brutal dengan mengucap kata-kata jorok dan menggunakan tangannya…segeralah engkau dengan berani melepas sepatu dari kakimu dan pukul atau tamparkan ke kepalanya !
Kalau engkau lakukan itu dengan berteriak, pasti semua orang yang ada disekitar itu akan serentak menolongmu, sekaligus menghajar dia yang berbuat kurang ajar terhadapmu. Selanjutnya dia akan merasa ngeri mengganggu wanita-wanita terhormat sepertimu.
Wahai putriku…
Laki-laki yang baik dan shaleh akan datang kepadamu, dengan segala kerendahan hati, memohon maaf, menawarkan kepadamu hubungan yang halal dan terhormat. Ia datang untuk meminang dan menikahimu.
Laki-laki pada dasarnya akan mencari wanita yang terhormat dan bukan wanita jalang atau wanita bejat. Seandainya laki-laki bertunangan dengan wanita baik-baik, tetapi tiba-tiba wanita itu berubah akhlaknya….maka si laki-laki itu cepat-cepat pamit meninggalkannya. Dia akan tetap melangkah keluar.
Laki-laki yang baik, pasti tidak akan rela anaknya keluar dari perut IBU yang cela, apalagi membesarkan, memelihara… dan mendidiknya.
Wahai putriku…
Pintu kebaikan ada dihadapanmu.Kunci pintu itu ada ditanganmu. Jika engkau meyakininya dan engkau berusaha memasuki pintu itu, maka keadaan akan berubah dan menjadi baik.
Engkau benar putriku, bahwa kaum prialah yang pertama melangkah, menempuh jalan dosa, bukan wanita. Tapi ingat bahwa tanpa kerelaanmu dan tanpa kelunakan sikapmu, mereka tidak akan bersikeras untuk melangkah maju.
Engkaupun membukakan pintu kepadanya untuk masuk. Engkau berkata kepada pencuri :”silahkan masuk…!” dan setelah engkau kecurian barulah sadar dan baru engkau berteriak “ tolong…tolong…aku kecurian…!”
Andai ketika dia merayu, engkau tolak dengan sikap yang tegas, engkau alihkan pandanganmu dari pandangannya. Seandainya sikapmu itu tidak juga menghentikan upayanya dan malah dia bersikap lebih brutal dengan mengucap kata-kata jorok dan menggunakan tangannya…segeralah engkau dengan berani melepas sepatu dari kakimu dan pukul atau tamparkan ke kepalanya !
Kalau engkau lakukan itu dengan berteriak, pasti semua orang yang ada disekitar itu akan serentak menolongmu, sekaligus menghajar dia yang berbuat kurang ajar terhadapmu. Selanjutnya dia akan merasa ngeri mengganggu wanita-wanita terhormat sepertimu.
Wahai putriku…
Laki-laki yang baik dan shaleh akan datang kepadamu, dengan segala kerendahan hati, memohon maaf, menawarkan kepadamu hubungan yang halal dan terhormat. Ia datang untuk meminang dan menikahimu.
Laki-laki pada dasarnya akan mencari wanita yang terhormat dan bukan wanita jalang atau wanita bejat. Seandainya laki-laki bertunangan dengan wanita baik-baik, tetapi tiba-tiba wanita itu berubah akhlaknya….maka si laki-laki itu cepat-cepat pamit meninggalkannya. Dia akan tetap melangkah keluar.
Laki-laki yang baik, pasti tidak akan rela anaknya keluar dari perut IBU yang cela, apalagi membesarkan, memelihara… dan mendidiknya.
No comments:
Post a Comment