Tuesday, July 15, 2008

renungan

I B U : BUKU YANG TAK PERNAH KEHILANGAN MAKNA

Ibu adalah darah yang mengaliri sekujur tubuh
Ibu adalah kerinduan yang tak pernah pudar
Ibu adalah kenangan yang membekas di dalam bathin
Ibu adalah buku yang tak pernah kehilangan makna
Ibu adalah wanita yang duduk tenang dalam diam
Ibu adalah wanita yang tegar menghadapi kenyataan
Ibu adalah wanita yang rela menderita demi kebahagiaan anaknya
Ibu adalah wanita yang berani menentukan sikap
Ibu adalah perhiasan di dalam rumah
Ibu adalah kemilau wajah dengan pesonanya
Ibu adalah lagu yang mengalun merdu dari waktu ke waktu
Ketika ibu berdendang membelai dalam dekapan, siapa yang tak terbuai?
Ketika ibu berdoa usai shalatnya, siapa yang tak merasa damai?
Ketika ibu berduka, siapa yang tak merasa iba?
Ibu selalu terjaga tatkala anaknya sakit
Ibu seringkali panik tatkala anaknya tertimpa musibah
Ibu senantiasa gelisah tatkala anaknya pergi entah kemana
Ibu akan menangis tatkala anaknya menderita
Ibu bisa bekerja apa saja demi kelangsungan hidup anak-anaknya
Ibu selalu tegar dalam terjangan badai
Ibu adalah pohon rindang tempat berteduh
Ibu adalah pintu taubat yang selalu siap memberi maaf
Ibu adalah matahari dan bulan
Ibu adalah pelita dalam kegelapan
Pada kelopak matanya yang cekung, pada bola matanya mengembang bening, seakan terhampar telaga kehidupan.


Siapapun yang melangkah jauh,mengembara ke negeri seberang,suatu ketika akan kembali ke pangkuan BUNDA
Siapapun yang mampu mengukir langit, menjelajah angkasa, tak ada yang lebih tinggi dibandingkan cinta kasih BUNDA
Dihadapan ibu tak ada yang lebih tinggi derajatnya, apapun pangkat seseorang, apapun jabatan seseorang
Rajakah ia…… presidenkah ia….. miliunerkah ia….. bintang terkenalkah ia…. selalu bersujud keharibaan IBUNDA
Ibu boleh salah, ibu boleh berbuat sesuatu yang keliru, karena ibu adalah manusia, tapi anak harus merunduk perasaannya, karena ibu adalah pangkal keberadaan
Jangan lupakan saat ibu melahirkan. Ia merintih, mengerang, seolah bertarung antara hidup dan mati, hanya dengan tekad untuk melahirkan anaknya agar selamat. Ia biarkan keringat yang membasahi tubuhnya. Ia benamkan rasa sakit yang menghimpitnya. Ia tak pedulikan luka yang menggangga. Ia hanya ingin tahu dan bertanya, selamatkah anakku? sehatkah anakku?
Kasih ibu adalah laut yang tenang, membentang tanpa batas. Cinta ibu adalah kain putih yang tak tergores. Perjuangan ibu adalah pengorbanan tanpa pamrih.
Dihadapan kita senantiasa ada….wanita yang berhati lembut dan berjiwa baja, dialah IBU... Ibu yang meninabobokan harapan tentang masa depan. Dialah wanita yang memberikan siraman kesuburan bagi tanamannya.
Begitu mulia-kah ia ? begitu tinggikah derajatnya ? begitu pentingkah artinya ? sebaris kalimat telah dipahatkan dalam satu keyakinan SURGA ITU ADA DIBAWAH TELAPAK KAKI IBU, kita semua tak mungkin membantahnya karena ibu adalah jalan kehadiran…..


Buat Ibunda tercinta

No comments: